Setting
Mikrotik dan NAS

Mikrotik
Server

Management Bandwidth

Fungsi utama mikrotik adalah adanya pengaturan jaringan internet yang dapat dilakukan secara terpusat sehingga memudahkan admin dalam mengelola suatu jaringan. Selain itu untuk mengatur kecepatan internet yang diinginkan. Dengan pengaturan ini, semua komputer mendapatkan jaringan yang sama rata tanpa dibeda-bedakan. Hal ini juga menjaga arus kecepatan internet dalam suatu ruangan. Sehingga jaringan tidak Lambat (LEMOT).

NAS
Server

Pengertian dan Fungsi

NAS adalah singkatan dari Network Attached Storage yaitu sebuah piranti penyimpanan data dengan sistem operasi yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan backup dan share data. NAS dapat di akses langsung melalui jaringan dengan protokol seperti TCP/IP. NAS ini dilengkapi dengan tempat penyimpanan berupa harddisk, memiliki perangkat lunak sendiri untuk pengelolaan dan bertugas untuk menyimpan/backup serta men-share file dalam sebuah jaringan.

Keuntungan menggunakan NAS yang utama adalah kemudahan mengakses dan backup data.  Perangkat ini hanya perlu dihubungkan dengan server melalui jaringan (hub, switch, atau router), dengan ini kita dapat mengakses data yang Sobat IT simpan dimanapun dan melalui perangkat apapun selama perangkat tersebut bisa terhubung ke jaringan (internet atau intranet). Backup data pada NAS amat mudah, karena NAS memberikan fleksibilitas dalam sistem penyimpanan dari RAID 0 hingga RAID 10, sehingga data anda aman

Management Bandwidth &
Setting NAS server

Menerima Jasa untuk penyettingan Router, Mikrotik NAS dll, diantaranya:

  1. Setting NAS server.
  2. MikroTik sebagai gateway.
  3. Load Balancing dan Fail over.
  4. Virtual Private Network (VPN).
  5. Biling Hotspot Mikrotik.
  6. Login Page HotSpot yang Menarik.
  7. Bandwidth Management.
  8. Teknik Bypass HIT Proxy.
  9. Pemisahan jalur browsing dan Game Online.
  10. Game Poker NO Reconnect.
  11. Pemisahan jalur lokal dan internasional.
  12. Blokir dan Limitasi Video Streaming.
  13. Blokir dan Limitasi download file file tertentu (3gp, mp3, mp4, dll).
  14. Firewall.
  15. Blocking situs p o r n o.
  16. Web Proxy Internal Mikrotik.
  17. DHCP Server.
  18. PPPOE Server & PPPOE Client.
  19. PPTP Server & PPTP Client.
  20. DNS Relay.
  21. MPLS dan VPLS.
  22. Routing Static dan Routing Dynamic (OSPF, RIP, RIP v2, BGP).
  23. Remote MikroTik dari luar jaringan.
  24. Instalasi Wireless (Point to Point, Point to Multipoint).